KPK Sita Rp 500 Juta, SGD 25 Ribu & Sekardus Uang Dalam OTT Kementerian PUPR

KPK Sita Rp 500 Juta, SGD 25 Ribu & Sekardus Uang Dalam OTT Kementerian PUPR – Team pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang Rp 500 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada petinggi Kementerian PUPR. Team ikut mengamankan uang Dolar Singapura 25 ribu.

“Team mengamankan tanda bukti awal sebesar Rp 500 juta serta SGD 25.000,” tutur Wakil Ketua KPK Laode M Syarif waktu di konfirmasi, Jumat (28/12).

Diluar itu, team ikut mengambil alih satu kardus berisi uang dalam operasi senyap ini. Disangka, uang itu adalah sisi dari suap.

“Dan satu kardus uang yang tengah dihitung,” kata Syarif.

KPK menyangka OTT berkaitan dengan project penyediaan air minum. Sekarang ini, KPK memahami apa project penyediaan air bersih itu berkaitan dengan project penyediaan air minum untuk responsif musibah.

“Tengah kami dalami keterikatan dengan project skema penyediaan air minum untuk responsif musibah,” kata Syarif.

Syarif menjelaskan keseluruhan 20 orang ikut ditangkap dalam operasi senyap itu. Mereka datang dari unsur petinggi Kementerian PUPR sampai pihak swasta.

“Dari tempat ditangkap 20 orang, yang terbagi dalam pihak Kementerian PUPR dari unsur petinggi serta PPK beberapa project yang diurus Kementerian PUPR serta swasta serta pihak lainnya,” jelas ia.

Sekarang ini, beberapa pihak yang ditangkap dalam OTT itu tengah melakukan kontrol intens. Penyidik KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk memastikan status hukum mereka.

Ketersediaan Air Belum Cukup, Warga Kediri Masih Minta Dropping Air

Ketersediaan Air Belum Cukup, Warga Kediri Masih Minta Dropping Air – Walau mulai musim hujan, BPBD Kabupaten Kediri masihlah kerjakan dropping air di Kecamatan Semen. Hal demikian disebabkan terdapatnya air belum pula cukupi penduduk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha memaparkan, ini hari pihaknya masihlah kerjakan dropping air bersih di dua desa sekitar 3 tangki atau sekitar 12. 000 Liter, ialah Desa Semen serta Desa Bobang.

Droping air di Desa Bobang ada dua Dusun ialah, Dusun Tawang Sari serta Dusun Bobang sekitar 16. 000 liter.

” Jadi penduduk sudah sempat alami ada masalah air, tapi Team BPBD di lapangan langsung kerjakan dropping air terhadap penduduk yg perlu serta itupun tiada lewat birokrasi yg sulit, lantaran ini permasalahan kebencanaan kekurangan air, capai 12. 000 sampai 16. 000 liter, ” jelas Randy di Pendopo Kabupaten Kediri, Selasa (27/11/2018) .

Dari pantauan detikcom, meskipun sekian kali hujan turun di lokasi Kabupaten Kediri, tetapi tetap tidak memengaruhi terdapatnya air. Hingga BPBD terus kerjakan dropping supaya penduduk tidak alami kekurangan air.

” Sudah ada hujan, tapi lantaran belum pula penuhi terdapatnya air, BPBD terus kerjakan dropping, ” tegas Randy.

Seirama dengan Randy, Camat Semen, Djiwo membetulkan kekurangan air di wilayahnya. Tapi sekarang terdapatnya air buat penduduk telah terselesaikan lewat dropping air.

” Telah tercukupi semua mas dropping air, mudah-mudahan hujan yg mulai juga turun menunjang terdapatnya air sambil dropping dari BPBD, ” tegas Djiwo.