Penjual Gas Elpiji 3 Kg di Cilegon Jadi Korban Pemerasan Polisi Gadungan

Penjual Gas Elpiji 3 Kg di Cilegon Jadi Korban Pemerasan Polisi Gadungan – Deretan Satreskrim Polres Cilegon serta Polsek Puloampel membekuk tiga orang pemeran pemerasan pada penjual gas elpiji 3 kg. Mereka yaitu Hakim Mulyadi, Suherlan, Gun Gun Sutrisno, mengakui jadi wartawan serta polisi.

Penangkapan berasal dari laporan salah seseorang pedagang gas elpiji Suwandi di Sumuraja, Puloampel, Kabupaten Serang. Ketiganya diamankan waktu tengah meneror serta menakut-nakutin korban.

“Terduga mengakui jadi wartawan serta polisi buser serta meneror korban buat memberi uang Rp 4 juta,” kata Wakapolres Cilegon Kompol Fredya Tribhakti terhadap wartawan, Senin (12/11/2018).

Kalau korban tdk memeberikan uang yang disebut, karena itu ke-3 pemeran meneror bakal memberikan laporan korban ke Menteri ESDM berkat harga jual gas elpiji sangat mahal.

Harga gas elpiji yang dipasarkan korban yaitu Rp 18 ribu, menurut beberapa terduga harga itu sangat mahal. Harusnya harga jual di rata-rata Rp 16 ribu.

“Lantaran penjualan yang dikerjakan korban Rp 18 ribu sangat mahal karena itu harga itu menyalahi aturan Menteri ESDM yang harusnya dipasarkan Rp 16 ribu,” katanya.

Dengan modus itu, beberapa pemeran selanjutnya mengharap beberapa uang biar korban tdk dilaporkan ke Menteri ESDM. Korban terpaksa sekali memberi uang berkat beberapa pemeran mengakui jadi wartawan serta polisi.

Dari tangan terduga, polisi mengambil alih sejumlah tanda bukti salah satunya satu unit mobil, kartu isyarat pengenal intel wartawan, serta kalung penyidik polri. Atas tingkah lakunya, beberapa terduga disangkakan klausal 378 KUHP junto 368 KUHP dengan acnaman pidana sangat lama 9 tahun penjara.