Sakit Hati dengan Sistem di Kantornya, Banpol Satpol PP Rusak Rumah Dinas Walkot Blitar

Sakit Hati dengan Sistem di Kantornya, Banpol Satpol PP Rusak Rumah Dinas Walkot Blitar – Rumah dinas Wali Kota Blitar dirusak. Aktor merupakan pelaku Banpol Satpol PP. Aktor udah ditangkap polisi.

Kelihatan kaca area penjagaan bagian selatan dalam keadaan pecah. Tidak hanya kaca pecah pada tempat itu, rusaknya pun diketemukan pada bagian dapur gedung yang sempat ditinggali Wali Kota Blitar non aktif Moch Samanhudi Anwar.

Sayangnya, disaat kabar itu didapati wadah, petugas satpol PP yang berjaga langsung memohon mass media keluar area rumdin. Lantas mereka tutup rapat gerbang rumah di Jalan Sudanco Supriyadi No 18 Kota Blitar itu.

Info staf Humas Pemkot Blitar Gigih Mardana, pihaknya sudah memberikan laporan peristiwa ini ke polisi. Berkenaan rusaknya, memang cuma diketemukan di dua tempat serta keadaan kerusakannya tak kritis.

” Supaya kelak pihak kepolisian yang memaparkan. Bagaimana hasil penyelidikannya, kronologinya hingga sampai siapa pelakunya. Kami berikan problem ini ke pihak berwajib buat mengatasinya, ” jelas Gigih menjumpai wartawan di rumdin, Selasa (27/11/2018) .

” Waktu 05. 30 WIB kami terima laporan peristiwa. Lantas saya perintahkan anggota mengerjakan olah TKP dan memohon info dari sejumlah saksi serta anggota satpol PP yang mengerjakan penjagaan di tempat itu, ” tutur Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar terhadap wartawan di Mapolresta, Selasa (27/11/2018) .

Serta hasil pengecekan itu mengerucut pada suatu nama berinisial AFY Seseorang pemuda berumur 28 tahun, penduduk Pakunden Kecamatan Sukorejo. AFY adalah tenaga outsourcing Banpol Satpol PP Kota Blitar.

Pengerusakan berlangsung pada Senin (26/11) malam. Waktu itu AFY sedang tidak bekerja. Ia ada ke rumdin buat temani rekanannya yang bernama Angga. Waktu itu AFY bercerita keresahannya berkenaan mode pengamanan di rumdin yang tidak cocok ketentuan.

” Aktor meluapkan emosinya melalui langkah aktor memecah kaca jendela dengan memakai kayu, menendang pintu area ajudan hingga alami rusaknya serta melempar bata ke rack piring pada bagian dapur, ” jelas Adewira.

Motif aktor mengerjakan pengerusakan, lanjut Adewira, lantaran terasa sakit hati dengan mode yang ada pada kantornya (satpol PP) . Mengingat buat petugas menjaga di wisma itu alami kekurangan anggota serta dikasih anggota yang kerap pengecualian lantaran aktivitas PSSI.

” Mengakibatkan skedul menjaga yang ada pada wisma alami keributan, serta aktor kerap mengerjakan protes ke atasannya namun tak pernah di tanggapi. Jadinya terduga emosi serta mengerjakan pengerusakan itu, ” katanya.

Sekarang AFY sudah ditangkap di Mapolresta Blitar. Serta dalam pengecekan itu, polisi pun mengamankan tanda bukti. Yaitu pecahan kaca, batu bata serta suatu helm KYT.