Tangkap 8 Orang Komplotan Pencuri Bersenpi, Polisi Tembak Mati Pemimpin

Tangkap 8 Orang Komplotan Pencuri Bersenpi, Polisi Tembak Mati Pemimpin – Team Satreskrim Polres Tangerang Selatan tangkap 8 orang persekutuan pencuri bersenpi. Pemimpin persekutuan ditembak mati.

Pemeran bernama Hendra ditembak mati sebab kerjakan perlawanan waktu penangkapan pada Selasa (6/11). Hendra sebagai ‘kapten’ persekutuan perampok menembak mati korbannya bernama Jamal Putra

“Korban Jamal Putra diketemukan wafat serta pada kala dikerjakan pengecekan ditemui dua luka tembak yang ada pada punggungnya,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (12/11/2018).

Hendra menembak mati korbannya sebab menantang waktu handphonenya dirampas di Curug, Tangerang pada Selasa (30/10) seputar waktu 03.00 WIB pagi hari. Hendra menurut polisi gunakan pistol FN yang udah diubah.

“Ini dapat dukungan dengan hasil Puslabfor yang menjelaskan jika proyektil peluru yang ada pada badan Jamal persis dengan peluru serta hasil uji balistik pada senjata yang dipakai oleh terduga Hendra,” jelas Ferdy.

Dari peningkatan penyelidikan, polisi tangkap anggota persekutuan Hendra. Ada tujuh orang yang diputuskan menjadi terduga yaitu Mulyawan, Saad, Atma, Riyana, Ahmad Soelgar, Samiran serta Mamat.

Banyak terduga punyai peranan tidak sama dimulai dengan berperan perampokan sampai menyimpan hasil kejahatan .

“Delapan orang ini ialah 1 grup pemain yang datang dari Sumatera yang memang kerap melalukan tindak pidana terutama pencurian dengan pemberatan serta pencurian dengan kekerasan dengan modus gunakan senjata barah,” jelas Ferdy.

Polisi mengamankan tanda untuk bukti berwujud dua selongsong peluru, dua butir proyektil, satu senjata barah tipe FN (modifikasi), sebilah golok, satu air soft gun, kunci letter T, tujuh buah HP, enam kunci motor, pakaian korbansrta benda yang di percayai banyak terduga menjadi jimat.

Terduga dijaring dengan Kasus 1 Ayat 2 UU Darurat Nomer 12 Tahun 1951 serta/atau Kasus 338 KUHP serta/atau Kasus 365 KUHP serta/atau Kasus 363 KUHP.